Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Di artikel ini kami akan ulas mengenai Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!. Mungkinkah selama ini Anda berpikir bahwa membeli sebuah franchise pasti selalu menguntungkan sebab segala kemungkinan risiko sudah diperkecil oleh pihak franchisor?

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Pemikiran demikian memang ada benarnya, walau tak senantiasa benar dalam praktik dan kenyataannya. Mengapa risiko kegagalan usaha membeli waralaba lebih kecil ketimbang membuka usaha sendiri? Karena pada saat membuka usaha sendiri, masih ada cara “Trial and Error” yang harus digunakan, apalagi kalau tidak ada rekan atau saudara yang bisa menasehati dalam usaha yang baru dirintis tersebut.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Meski bila membeli waralaba, risiko kegagalan bisa diperkecil, sebab perusahaan pewaralaba (franchisor) sudah menyediakan seluruh sesuatunya untuk menyokong pemberi modal (terfranchise / franchisee), termasuk survei, sistem pemasaran dan promosi, perizinan, bahan baku, manajemen, standar kerja (SOP), desain interior, dan lain sebagainya.

Menurut John Naisbit dalam bukunya yang berjudul Megatrends, waralaba adalah konsep pemasaran yang paling berhasil dalam sejarah umat manusia. Menurutnya, di USA, tiap delapan menit, lahir satu outlet franchise. Konsep waralaba ini kemudian merambah hingga ke Indonesia, di mana sepuluh tahun terakhir ini banyak bermunculan pebisnis yang menawarkan konsep waralaba kepada masyarakat (calon investor).

Konsep baru ini menjadi topik hangat dikalangan dunia usaha dan media bisnis. Hasilnya, kian banyak orang yang beratensi untuk menanamkan uangnya dengan membeli franchise atau sekadar lisensi bisnis atau paling tak mengetahui lebih detil bagaimana metode franchise itu.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Tetapi yang perlu diketahui, bahwa rupanya tingkat kesuksesan franchise di Indonesia cuma mencapai 60% saja, sedangkan di negeri asalnya, Amerika, menempuh 90%. Dari kabar-info yang beredar, ternyata memang banyak orang yang berhasil dengan membeli franchise.

Artinya bisnis franchise yang dibeli berjalan pantas dengan harapan, di mana target penjualan hingga masa Break Event Point (BEP) dan sampai ROI (Return On Investment). Alias “balik Kenapa” bisa terlampaui, dan akibatnya bisnis itu ibarat pohon uang, tinggal memetik profit dari investasi awal.

Pada dasarnya, tak ada bisnis yang tanpa risiko. Ibarat dua sisi mata uang: ada gambar ada angka, senantiasa ada kemungkinan rugi yang harus dihadapi. Dengan bisnis franchise, setidaknya hal hal yang demikian bisa diminimalkan. Kenapa demikian? Sebab franchise yaitu bisnis yang telah teruji dan risiko gagal dalam bisnis waralaba dapat diwariskan hingga 85%. Artinya, ada garansi keamanan investasi pada tipe usaha ini.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Misalnya, dalam kasus peminjaman dana terhadap franchisee, mungkin saja terjadi tunggakan kredit. Melainkan di sisi lain, ada pula sebagian rahasia perusahaan waralaba yang mesti diungkapkan kepada franchisee dan hal hal yang demikian dapat dimanfaatkan oleh pesaing atau franchisee lain dalam praktik bisnis yang tidak sehat.

Sebagai dasar pertimbangan, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) memberikan sejumlah fakta kepada calon franchisee sebagai berikut:

1. Risiko kehilangan uang

Para franchisee biasanya wajib membayarkan franchise fee sebagai prasyarat utama membeli franchise. Franchise fee bersifat non-refundable. Artinya, tidak bisa ditarik atau diambil kembali sesudah dibayarkan terhadap franchisor. Oleh karena itu, franchisee harus siap menghadapi risiko kehilangan sejumlah uang yang telah dibayarkannya itu seandainya rupanya hak waralaba yang dibelinya gagal di tengah jalan, bahkan sebelum sempat beroperasi.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

2. Siap mengalami kerugian

Tak penting berapa besar dana yang Anda miliki untuk diinvestasikan, tapi yang lebih-lebih yaitu seberapa besar kerugian yang bisa Anda tanggung sekiranya bisnis franchise Anda mengalami kerugian. Mungkin saja, Anda dituntut untuk mengucurkan dana tambahan agar menciptakan profit di masa yang akan datang.

Tersediakah dana tambahan hal yang demikian dikala dibutuhkan (dari kocek sendiri atau pinjaman)? Adakah sumber penghasilan lain yang Anda miliki, sementara usaha waralaba yang Anda jalankan menyedot dana untuk menghasilkan cash flow positif?

3. Siap dikontrol secara ketat oleh franchisor

Tidak sedikit franchisor yang menentukan seluruh hal secara sepihak, semisal lokasi usaha, teritori yang diperkenankan, format desain outlet produk-produk atau jasa yang boleh dipasarkan, resep, bahan baku, dan cara Anda mengelola usaha.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

4. Tak diperbolehkan memperpanjang perjanjian franchise

Anda perlu menghitung risiko, apakah ketentuan tersebut masih menguntungkan bagi Anda atau tak. Seluruh franchise agreement berakhir dalam 5, 10, 15, atau 20 tahun. Mungkin saja Anda tak memiliki pilihan untuk perpanjangan persetujuan franchise sesudah masa kontrak berakhir.

5. Konsumsi menurun

Tak produk mempunyai lifecycle. Tidak selamanya produk yang ditawarkan diminati oleh konsumen. Ada kalanya produk akan mengalami penurunan, malah ditinggalkan konsumen. Anda juga perlu berhati-hati saat Anda mendapati kenyataan bahwa produk yang Anda tawarkan ternyata sudah banyak dijumpai di pasar, tertinggal zaman atau pasarnya sudah terlalu jenuh oleh kompetisi sehingga konsumsinya menurun.

6 Praktik tidak wajar

Anda wajib hati-hati kepada praktik hard sale atau hanya mencari untung sepihak dari franchisor. Telisik kecakapan dan nama baik franchisor dalam memberikan dukungan bentang panjang yang berkelanjutan Franchisor yang baik akan menolong dan memberikan dukungan penuh pada Anda.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Banyak orang beranggapan bahwa dengan membeli franchise berarti uangnya akan aman dan bisnisnya akan konsisten berjalan. Kenyataannya tidaklah demikian. Di Indonesia usaha yang difranchisekan pada masa-masa eforia franchise sekitar 3-4 tahun yang lalu sekarang sudah tak ada lagi usahanya atau cuma tinggal 1-2 toko saja.

Parahnya lagi ada sebagian usaha yang diwaralabakan justru kantor sentra alias franchisor-nya yang sudah tutup alias gulung tikar. Oleh sebab itu, berhati-hatilah. Itu sebabnya Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mengaplikasikan undang-undang yang ketat bagi anggotanya.

Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!

Stigma “membeli franchise lebih aman ketimbang mengawali usaha sendiri dengan cara dan merek sendiri”, tidak sepenuhnya benar. Dalam proses standarisasi franchise di luar negeri, seorang franchisee sepatutnya via progres menunggu atau waiting list.

Selain itu mesti mengerjakan wawancara berkali-kali hingga franchisornya yakin bahwa orang hal yang demikian layak untuk mendapatkan franchise yang diinginkan. Belum lagi, pihak yang terlibat malahan harus memperhitungkan lokasi untuk tempat usaha yang menjadi salah satu ukuran lebih-lebih suksesnya sebuah franchise.

Sekian informasi seputar Begini Loh Beberapa Fakta Risiko Franchise yang Terkadang Anda Alami!, semoga postingan ini berguna untuk kalian. Kami berharap post ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *